pahami ya


Hakikat Penelitian
Secara umum metode penelitian pendidikan diartikan sebagi cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Dalam meneliti terdapat kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu mencakup cara ilmiah, data tujuan, dan kegunaan tertentu.
Sebagai kegaiatan penelitian yang didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu adanya rasional, empiris, dan sistematis. Rasional berarti kegiatan yang dipilih adalah masuk akal. Empiris berarti cara yang dilakukan dimatai dnegan saksama melalui koloborasi indera. Penggunaan yang sistematis artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang logis serta dibutuhkannya validita dengan menunjukkan sutau ketetapan.
Sehingga Penelitian Pendidikan diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan dalam suatu pengetahuan  sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memecahkan masalah, dan mengantisipasi masalah.
Cara ilmiah sendiri menurut Sulistyo Basuki (2010) meliputi :
a.       Bebas dari sentimen pribadi, obyektif
b.      Terbuka, dapat diulang oleh ilmuan lain dengan metode yang sama
c.       Rasa ingin tahu
d.      Menghargai karya orang lain
e.       Mempertahankan kebenaran
f.       Kritis
g.      Menjangkau ke masa depan
Selain itu penelitian ilmiah dikatakan ilmiah jika dalam kegiataanya didasarkan pada karateristik keilmuan yaitu :
1.      Rasional :
Penyelidikan ilmiah adalah sesuatu yang masuk akal dan terjangkau oleh penlaran manusia.
2.      Empiris :
Menggunakan cara- cara tertentu yang dapat diamati orang lain dengan menggunakan panca indera manusia.



3.      Sistematis :
Menggunakan proses dengan langkah – langkah tertentu yang bersifat logis.

Ciri penelitian ilmiah menurut Sulistyo Basuki adalah :
·         Penelitian ilmiah berdasarkan keyakinan bahwa setiap fenomena yang kasat mata dapat dijelaskan secara ilmiah. Maksudnya bahwaalam semesta merupakan kosmos yang teratur, di dalamnya selalu ada sebab akibat. Jika manusia primitif menjelaskan sesuatu yang mereka lihat atau dengar selalu dikaitkan dengan campur tangan dewa atau kekuatan lain, sedangkan manusia modern menekankan pada sebab- sebab ilmiah.
·         Penelitian ilmiah menolak kebenaran berdasarkan kewibawaan, mengantinya dengan pendapat bahwa sesuatu itu sahih bilamana ada bukti yang mendukungnya. Penelitian tidak mengandalkan pendapat orang tua kecuali bila telah dibuktikan dengan fakta.
Tujuan dalam penelitian :
a.       Tujuan penelitian merupakan arah yang dituju seorang peneliti dalam melakukan penelitian
b.      Tujuan penelitian mengandung butir butir pernyataan yang ingin diteliti
c.       Tujuan peneliian berisi pokok kalimat berupa meneliti atau mengetahui

Dalam menentujukan tujuan penelitiam terdapat dua tujuan yaitu:
a.       Tujuan Umum ; Meliputi tujuan yang akan dicapai secara menyeluruh yang dapat menjawab tema atau  judul penelitian
b.      Tujuan Khusus ; Meliputi jabaran atau rincian dari tujuan umum secara operasional sesuai dengan perumusan dan pembatasan masalah. Tujuan khusus akan menggambarkan hasil dan pembahasan yang akan diperoleh dari penelitian ini.

Fungsi penelitian ilmiah
1.      Sebagai cara untuk mengembangkan ilmu pengetahuan baik berupa temuan baru, pengembangan ilmu atau teori yang ada maupun koreksi terhadap ilmu atau teori yang telah usang.
2.      Sebagai cara untuk pengembangan teknologi
3.      Sebagai penyumbang informasi bagi pengambilan kebijakan dan perencaanaan program pembangunan
4.      Sebagai alat pemecahan masalah praktis di lapangan
5.      Menemukan sesuatu yang baru. Walaupun banyak cara untuk menemukan informasi atau karya baru dalam dunia pengetahuan penemuan yang dilakukan melalui sesuatu kegiatan penelitian adalah hasil yang andal dan mendapat pengakuan dari kalangan ilmuan
6.      Menemukan permasalahan penelitian.
7.      Untuk mengenal dan memilih penelitian permasalahan diperlukan kejelian dan penggunaan kriteria yang baik dari para peneliti.
Metode Ilmiah
Metode ilmiah adalah proses keilmuan yang runtut atau sistematis dalam rangka memperoleh pengetahuan tertentu berdasarkan bukti fisis. Dalam bahasa Inggris metode ilmiah disebut sebagai scientific method. Dalam metode ilmiah lmuwan atau peneliti melakukan pengamatan terhadap suatu masalah tertentu serta membuat hipotesis mengenai hal tersebut. Hipotesis yang telah dibuat akan dibuktikan dengan melakukan eksperimen.
Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku suatu disiplin ilmu. Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. 
Dalam Metodologi, peneliti menggunakan berbagai kriteria yang berbeda untuk memecahkan masalah penelitian yang ada. Sumber yang berbeda menyebutkan bahwa penggunaan berbagai jenis metode adalah untuk memecahkan masalah. Dalam Metodologi, peneliti selalu berusaha untuk mencari pertanyaan yang diberikan dengan cara-cara yang sistematis yang digunakan dan berupaya untuk mengetahui semua jawaban sampai dapat mengambil kesimpulan. Jika penelitian tidak dilakukan secara sistematis pada masalah, akan lebih sedikit kemungkinannya untuk dapat mengetahui hasil akhir. Untuk menemukan atau menjelajahi pertanyaan penelitian, peneliti akan menghadapi berbagai permasalahan,  dimana semua itu baru dapat diselesaikan secara efektif jika menggunakan metodologi penelitian yang benar.
Dalam rangka untuk merencanakan proses penelitian secara keseluruhan dan agar penelitian dapat selesai tepat waktu serta penelitian berjalan di arah yang benar, maka peneliti haruslah hati-hati dalam memilih metodologi. Sehingga proses pemilihan metode penelitian adalah bagian yang sangat penting di dalam proses penelitian. Dengan kata lain; Metodologi berguna dalam rangka memetakan pekerjaan penelitian secara keseluruhan dan memberikan kredibilitas kepada hasil penelitian yang dicapai nantinya.
Karakteristik Masalah
Menentukan suatu permsalahan untuk dikaji memerlukan tahapan yang mencakuo menemukan masalah dan pemecahan masalah. Penemuan masalah merupakan tahapan penelitian yang krusial karena dalam masalahan akan merujuk pada strategi yang akan diterapkan dalam pemecahan masalahnya. Menemukan masalah dalam penelitian meliputi; identifikasi bidang masalah, penentuan atau pemilihan pokok masalah (topik), dan perumusan atau formulasi masalah.
Masalah penelitian merupakan suatu keadaan yang memerlukan solusi. Kriteria yang dapat digunakan sebagai pertimbangan penemuan masalah penelitian, antara lain sebagai berikut:
a.       Masalah harus mempunyai nilai penelitian;
1)      asli dan up to date
2)      padat, definitif dan  dapat dinyatakan dalam beberapa hipotesis
3)      Ada arti dan nilai keilmuan sebagai implikasi ilmu terapan
4)      Dapat di uji
5)      Jelas dan tidak ambigu

b.      Masalah yang dipilih mempunyai fisibilitas
1)      Ada data, metode untuk memecahkan masalah
2)      Biaya relatif
3)      Efisiensi waktu
4)      Tidak bertentangan dengan hukum, adat dan SARA

c. Masalah yg dipilih hrs sesuai dengan kualifikasi peneliti
1) Menarik untuk diteliti
2) Sesuai dengan kualifikasi ilmiah peneliti
Salah satu  acuan untuk memlilih permasalahan adalah adanya alasan pada suatu bidang tertentu dengan  memperhatikan beberapa hal diantaranya adalah tidak adanya informasi sama sekali pada aspek tertentu pada bidang tersebut, informasi yang belum lengkap tentang aspek tertentu dalam bidang tersebut dan adanya informasi yang  sudah banyak tetapi belum dibuktikan kembali kebenarannya sehingga perlu ditelaan dan diteliti lebih lanjut.

Hubungan Variabel
Penentuan variabel dapat di pilih dari permasalahan yang akan diteliti dan keterkaitan dengan hal pendukung sebagai variabel lainnya. Sehingga dalam penelitian hubungan anatar variabel akan mempengaruhi dalam penelaahan sebab-akibat dan penyelesaian masalah yang dikaji antar hubungan variabel tertentu, sehingga akan ditemukan hasil atau solusi permasalahan tertentu.
Arah Hubungan antar variable  dapat dilihat dari dua segi:
a.       Hubungan positif
Merupakan suatu nilai tertinggi pada variable sebab sama dengan nilai tertinggi pada variable akibat. Dengan contoh ketentuan:
1)      Semakin tinggi tingkat pendapatan, maka semakin tinggi angka daya beli masyarakat.
2)      Semakin rendah semangat belajar, semakin rendah IPK
          mahasiswa
b.      Hubungan negatif
Suatu nilai tertinggi pada variable sebab seiring dengan nilai terendah pada variable akibat. Beberapa contoh statemennya:
1)      Semakin sering pasangan menghadiri layanan keagamaan, maka semakin rendah peluang terjadinya perceraian.
2)      Semakin tinggi pendidikan, maka semakin rendah derajat fadalismenya.

Untuk menentukan hubungan variabel dapat dilihat dari beberapa tipe atau jenis hubungan anatara variabel yang terdiri atas:
1.      Hubungan Simetris
Hubungan simeteris apabila variable yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variable yang lainnya.Ada empat  jenis hubungan simetris, yaitu:
a.       Kedua variable merupakan indikator untuk  konsep yang  sa
b.      Kedua variable merupakan akibat dari faktor yang sama
c.       Kedua variable berkaitan secara fungsional
d.      Hubungan yang kebetulan semata-mata

2. Hubungan Timbal Balik
Hubungan timbal balik adalah hubungan di mana suatu variable dapat menjadi sebab dan juga akibat dari variable lainnya. Dalam penelitian sosial tidak pernah ditemui hubungan timbal balik yang murni.
3. Hubungan Asimetris
Hubungan Asimetris apabila variable yang satu mempengaruhi variable yang lainnya. Ada enam jenis hubungan asimetris, yaitu:
a.       Hubungan antara stimulus dan respons
b.      Hubungan antara disposisi dan respon
c.       Hubungan antara ciri individu dan disposisi atau tingkah laku
d.      Hubungan antara prekondisi dan akibat tertentu
e.       Hubungan yang imanen
f.       Hubungan antara tujuan dan cara
g.       
Mengidentifikasi dan Merumuskan Masalah
Identifikasi masalah penelitian  dimaksudkan sebagai penegasan adanaya suatu batasan batasan masalah penelitian sehingga cakupan penelitian tidak keluar dari tujuannya. Perlu diketahui bahwa rumusan maslah berbeda dengan masalah. Masalah merupakan  kesenjangan diharapkan dengan yang  terjadi, sedangkan rumusan masalah merupakan suatu pertanyaan yang akan dicari jawabannya melalui pengumpulan data. Oleh karena itu diperlukan dua langkah pokok dalam identifikasi masalah mencakup penguraian latar belakang maslah dan perumusan masalah.
Tujuan pemilihan dan perumusan masalah:
a.                   Mencari sesuatu dalam rangka pemuasan akademis seseorang
b.                   Memuaskan perhatian serta keingintahuan seseorang akan hal-hal baru
c.                   Meletakkan dasar untuk memecahkan beberapa penemuan penelitian sebelumnya ataupun dasar untuk penelitian selanjutnya
d.                  Menyediakan sesuatu yang bermanfaat

Rumusan masalah harus dilakukan dengan kondisi berikut:
a.                        Masalah dirumuskan dalam bentuk pertanyaan
b.                       Rumusan masalah hendaknya jelas dan padat
c.                        Rumusan masalah harus berisi implikasi adanya data untuk memecahkan
Masalah
Rumusan masalah harus merupakan dasar dalam membuat hipotesa
d.                       Masalah harus menjadi dasar bagi judul penelitian

Ketika merumuskan maslah juga disesuikan dengn metode yang akan dipilih dalam penyelesain masalah, hal ini deisesuaikan dengan tipe perumusan masalah yang terdiri atas 3 tipe:
1). Rumusan masalah deskriptif
Berkenaan dengan pertanyaan terhadap keberadaanvariabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (variabel berdiri sendir). Contoh:
a)      Bagaimanakah peran penyuluh pertanian dalam mengembangkan agroindustri di Kota Batu?
b)      Sejauh mana keterlibatan perempuan dalam pembangunan sektor ekonomi di desa  Lidah Kulon ?
2)      Rumusan masalah komparatif
Komparatif merupakan membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda atau pada waktu berbeda. Contoh:
a.        Apakah terdapat perbedaan keuntungan  antara usaha tani mangga stek dan mangga cangkok?
b.      Adakah perbedaan kualitas pelayanan bank swasta dengan bank pemerintah?
3)      Rumusan masalah asosiatif
Asosiatif artinya bersifat saling memiliki hubungan. Rumusan masalah asosiatif artinya rumusan masalah yang berisi pertanyaan yang sifatnya menghubungkan antara satu variabel dengan variabel-variabel yang lainnya. Di dalam rumusan masalah asosiatif sendiri terdapat tiga bentuk hubungan, yaitu hubungan simetris, hubungan kausal, dan hubungan interaktif.

a.       Hubungan Simetris
Hubungan simetris adalah sebuah hubungan yang terjadi antara dua buah variabel atau lebih, yang mana variabel yang satu tidak memengaruhi variabel yang lain. Contoh rumusan masalah asosiatif dengan hubungan simetris:
1)      Adakah hubungan antara tanaman yang disiram tiap hari dengan tanaman yang tidak disiram tiap hari?
2)      Adakah hubungan antara kekuasaan dengan tanggung jawab seorang pemimpin?
3)      Adakah keterkaitan antara prestasi seorang guru dengan banyaknya pengalaman mengajar?

b.      Hubungan Kausal
Hubungan kausal adalah sebuah hubungan yang terjadi antara dua variabel atau lebih, namun hubungan tersebut didasari atas hubungan kausalitas atau hubungan sebab-akibat. Contoh rumusan masalah asosiatif dengan hubungan kausal:
1)      Adakah keterkaitan antara tingkat kesejahteraan masyarakat dengan persebaran penduduk?
2)      Adakah hubungan antara durasi bermain game seorang mahasiswa dengan prestasinya?

c.       Hubungan Interaktif
Hubungan interaktif adalah hubungan secara dua arah yang terjadi antara dua variabel atau lebih karena adanya timbal-balik di antara variabel-variabel tersebut. Contoh rumusan masalah asosiatif dengan hubungan interaktif:
1)      Adakah hubungan antara prestasi seseorang dengan beasiswa yang didapatkan?
2)      Adakah hubungan antara kedisiplinan mahasiswa dengan motivasi belajarnya?
dan sebagainya

A.    Langkah Langkah dalam Penelitian
Karena metode ilmiah dilakukan secara sistematis dan berencana, maka terdapat langkah-langkah yang harus dilakukan secara urut dalam pelaksanaannya. Setiap langkah atau tahapan dilaksanakan secara terkontrol dan terjaga. Adapun langkah-langkah metode ilmiah adalah sebagai berikut:
1.                  Merumuskan masalah.
2.                  Merumuskan hipotesis.
3.                  Mengumpulkan data.
4.                  Menguji hipotesis.
5.                  Merumuskan Hipotesis
·         Merumuskan Masalah
Berpikir ilmiah melalui metode ilmiah didahului dengan kesadaran akan adanya masalah. Permasalahan ini kemudian harus dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.Dengan penggunaan kalimat tanya diharapkan akan memudahkan orang yang melakukan metode ilmiah untuk mengumpulkan data yang dibutuhkannya, menganalisis data tersebut, kemudian menyimpulkannya. Perumusan masalah adalah sebuah keharusan
·         Merumuskan Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah yang masih memerlukan pembuktian berdasarkan data yang telah dianalisis. Dalam metode ilmiah dan proses berpikir ilmiah, perumusan hipotesis sangat penting. Rumusan hipotesis yang jelas dapat memabntu mengarahkan pada proses selanjutnya dalam metode ilmiah. Seringkali pada saat melakukan penelitian, seorang peneliti merasa semua data sangat penting. Oleh karena itu melalui rumusan hipotesis yang baik akan memudahkan peneliti untuk mengumpulkan data yang benar-benar dibutuhkannya. Hal ini dikarenakan berpikir ilmiah dilakukan hanya untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan.
·         Mengumpulkan Data
Pengumpulan data merupakan tahapan yang agak berbeda dari tahapan-tahapan sebelumnya dalam metode ilmiah. Pengumpulan data dilakukan di lapangan. Seorang peneliti yang sedang menerapkan metode ilmiah perlu mengumpulkan data berdasarkan hipotesis yang telah dirumuskannya. Pengumpulan data memiliki peran penting dalam metode ilmiah, sebab berkaitan dengan pengujian hipotesis. Diterima atau ditolaknya sebuah hipotesis akan bergantung pada data yang dikumpulkan. 
·         Menguji Hipotesis
Sudah disebutkan sebelumnya bahwa hipotesis adalah jawaban sementaradari suatu permasalahan yang telah diajukan. Berpikir ilmiah pada hakekatnya merupakan sebuah proses pengujian hipotesis. Dalam kegiatan atau langkah menguji hipotesis, peneliti tidak membenarkan atau menyalahkan hipotesis, namun menerima atau menolak hipotesis tersebut. Karena itu, sebelum pengujian hipotesis dilakukan, peneliti harus terlebih dahulu menetapkan taraf signifikansinya. Semakin tinggi taraf signifikansi yang tetapkan maka akan semakin tinggi pula derjat kepercayaan terhadap hasil suatu penelitian.Hal ini dimaklumi karena taraf signifikansi berhubungan dengan ambang batas kesalahan suatu pengujian hipotesis itu sendiri. 
·         Merumuskan Kesimpulan
Langkah paling akhir dalam berpikir ilmiah pada sebuah metode ilmiah adalah kegiatan perumusan kesimpulan. Rumusan simpulan harus bersesuaian dengan masalah yang telah diajukan sebelumnya. Kesimpulan atau simpulan ditulis dalam bentuk kalimat deklaratif secara singkat tetapi jelas. Harus dihindarkan untuk menulis data-data yang tidak relevan dengan masalah yang diajukan, walaupun dianggap cukup penting. Ini perlu ditekankan karena banyak peneliti terkecoh dengan temuan yang dianggapnya penting, walaupun pada hakikatnya tidak relevan dengan rumusan masalah yang diajukannya.
B.     Etika dalam Metode Penelitian
a.       Kejujuran
Jujur dalam pengumpulan bahan pustaka, pengumpulan data, pelaksanaan metode dan prosedur penelitian, publikasi hasil. Jujur pada kekurangan atau kegagalan metode yang dilakukan. Hargai rekan peneliti, jangan mengklaim pekerjaan yang bukan pekerjaan Anda sebagai pekerjaan Anda.
b.      Obyektivitas
Upayakan minimalisasi kesalahan dalam rancangan percobaan, analisis dan interpretasi data, penilaian ahli/rekan peneliti, keputusan pribadi, pengaruh pemberi dana/sponsor penelitian.
c.       Integritas
            Tepati selalu janji dan perjanjian; lakukan penelitian dengan tulus, upayakan selalu menjaga konsistensi pikiran dan perbuatan.
d.      Ketelitian Berlaku teliti dan hindari kesalahan karena ketidakpedulian
secara teratur catat pekerjaan yang Anda dan rekan anda kerjakan, misalnya kapan dan di mana  pengumpulan data dilakukan. Catat juga alamat korespondensi responden, jurnal atau agen publikasi lainnya.
e.       Keterbukaan
Secara terbuka, saling berbagi data, hasil, ide, alat dan sumber daya penelitian.  Terbuka terhadap kritik dan ide-ide baru.
f.       Penghargaan terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
Perhatikan paten, copyrights, dan bentuk hak-hal intelektual lainnya. Jangan gunakan data, metode, atau hasil yang belum dipublikasi tanpa ijin penelitinya. Tuliskan narasumber semua yang memberikan kontribusi pada riset Anda. Jangan pernah melakukan plagiasi.
g.      Penghargaan terhadap kerahsiaan (Responden)
Bila penelitian menyangkut data pribadi, kesehatan, catatan kriminal, atau data lain yang dianggap responden sebagai data rahasia, maka peneliti harus menjaga kerahasiaan data tersebut.
h.      Publikasi yang terpercaya
Hindari mempublikasikan penelitian yang sama secara berulang-ulang ke berbagai media (seminar,jurnal).
i.        Pembinaan yang konstruktif
Bantu membimbing, memberi masukan dan arahan bagi mahasiswa/peneliti pemula. Perkenankan mereka mengembangkan ide mereka menjadi penelitian yang berkualitas.
j.        Penghargaan terhadap rekan kerja / kolega
Bargai dan lakukan rekan penelitian anda sebagaimana semestinya. Bila penelitian dilakukan oleh suatu tim akan dipublikasikan, maka peneliti dengan konstribusi terbesar ditetapkan sebagai penulis pertama (first author), sedangkan yang lain menjadi penulis kedua (co-author(s)). Urutan menunjukkan besarnya konstribusi dalam penelitian.
k.      Tanggung jawab sosial
Upayakan penelitian Anda beguna demi kemaslahan masyarakat, meningkat taraf hidup, memudahkan kehidupan dan meringankan beban hidup masyarakat. Anda juga bertanggung jawab melakukan pendampingan bagi masyarakat yang ingin menghasilkan penelitian Anda.
l.        Tidak melakukan Diskriminasi
Hindari melakukan pembedaan perlakuan pada rekan kerja atau mahasiswa karena alasan jenis kelamin,ras,suku,agama dan faktor-faktor yang lain yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kompetensi dan integritas ilmiah.
m.    Kompetensi
Tingkat kemampuan dan keahlian melalui pendidikan dan pembelajaran seumur hidup; secara bertahap tingkatkan kompetensi anda sampai tahap pakar.
n.      Legalitas
Pahami dan patuhi peraturan institusional dan kebijakan pemerintah yang terkait dengan penelitian anda.
o.       Rancang pengujian dengan hewan percobaan dengan baik
Bila penelitian memerlukan hewan percobaan, maka percobaan harus dirancang sebaik mungkin, tidak gegabah melakukan sembarang perlakuan pada hewan percobaan.
p.      Mengutamakan keselamatan manusia
Bila harus menggunakan manusia sebagai penguji penelitian, maka penelitian harus dirancang dengan teliti, efek negatif harus diminimalkan, manfaat dimaksimalkan; hormati harkat kemanusiaan, privasi dan hak objek penelitian anda tersebut, siapkan pengobatan dan pencegahan bila sampel anda menderita efek negatif dari penelitian.
LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR, DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
a.       Pengertian Teori
Setelah masalah penelitian dirumuskan, maka langkah kedua dalam proses penelitian adalah mencari teori-teori hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk pelaksanaan penelitian ( Sumadi Suryabrata, 1990). Landasan teori ini perlu ditegakkan agar penelitian itu mempunyai dasar yang kokoh, dan bukan sekedar perbuatan coba-coba. Adanya teoritis ini merupakan ciri bahwa penelitian itu merupakan cara ilmiah untuk medapatkan data.
Setiap penelitian selalu menggunakan teori. Seperti sinyatakan oleh Neumen (2003). Teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi, dan proporsi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui spesifikasi hubungan antara variabel, sehingga dapat berguna untuk menjelaskan dan meramlkan fenomena.
b.      Tinjauan pustaka
Dalam setiap makalah dan proposal penelitian tentu harus di buat secara urut dan sistematis, dimana bagian-bagian dalam setiap penyusunan harus terdapat beberapa bagian. Salah satu bagian terpenting dalam menyusun usulan makalah tersebut yaitu harus terdapat bab tinjauan pustaka. Tinjauan pustaka sendiri merupakan bagian dalam penyusunan sebuah laporan penelitian maupun proposal karena dalam bab ini akan diungkap pemikiran serta teori-teori yang akan dijadikan landasan dalam melakukan sebuah eksperimen.
c.       Tujuan tinjauan pustaka
1.      Menemukan penjelasan yang dapat membantu menafsirkan data penelitian
2.      Menghindari pendekatan yang steril
3.      Mengetahui apa yang pernah di lakukan dalam penelitian yang sebelumnya
4.      Membatasi masalah dan ruang lingkup penelitian
d.      Kerangka Berfikir
Uma sekaran dalam bukunya Business Research (1992) mengemukakan bahwa, kerangka berfikir merupakan model konseptuan tentang bagaimana teori berhbungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Kerangka berfikir yang baik akan menjelaskan secra teoritis pertautan antara variabel yang akan diteliti. 
e.       Hipotesis
Perumusan hipotesis penelitian merupakan langkah ketiga dalam penelitian, setelah peneliti mengemukakan landasan teori dan kerangka berfikir. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, di mana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat petanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan fakta-fakta empris yang diperoleh melalui pengumpulan data.

f.       Pengertian Variabel
Kerlinger ( 1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstrak atau sifat yang akan dipelajari. Diberikan contoh misalnya, tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status sosial, jenis kelamin, golongan gaji, dan lain-lain. Di bagian lain Kerlinger menyatakan bahwa variabel dapat dikatakan sebagai suatu sifat yang diambil dari  suatu nilai yang berbeda. Dengan demikian variabel merupakan suatu yang bervariasi.
Berdasarkan pengertian-pengetian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh penelitian untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
g.      Macam-Macam Variabel
Menurut hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi :
a.       Variabel Independen : variabel ini sering disebut variabel stimulus. dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel bebas. Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen( terikat ).
b.      Variabel Dependen : sering disebut variabel output. Dalam bahasa Indonesia disebut variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
c.       Variabel Moderator : variabel yang mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen. Variabelini disebut juga variabel independen dua.
d.      Variabel Intervening : variabel yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variabel independen dengan dependen menjadi hubungan yang menjadi tidak langsung dan tidak dapat diamatidan diukur.
e.       Variabel Kontrol : variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga hubungan variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.
h.      Populasi
Populasi adalah wilayah generelisasi yang terdiri dari atas: objek?subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh penelitia untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
i.        Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

pahami sendiri